Rektor USK dan Dosen DIB Luncurkan Buku MemoryGraph, untuk Membangun Budaya Keselamatan

Rektor USK dan Dosen DIB Luncurkan Buku MemoryGraph, untuk Membangun Budaya Keselamatan

BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) secara resmi meluncurkan buku MemoryGraph dalam sebuah acara yang berlangsung di Auditorium Dr Ir M Ridha MEng, TDMRC USK, Darussalam, Banda Aceh, Kamis (26/3/2026) pagi.

Peluncuran ini menjadi momentum penting dalam menguatkan peran ingatan kolektif sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana.

Buku MemoryGraph menghadirkan pendekatan visual dan partisipatif yang menghubungkan lanskap, memori, dan keterlibatan masyarakat dalam mendokumentasikan perubahan di lokasi tertentu pascabencana.

Direktur TDMRC USK, Prof. Dr. Syamsidik M. Eng, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga ingatan bencana dalam konteks perubahan sosial dan generasi.

“Banyak studi menunjukkan bahwa masyarakat cenderung semakin melupakan kejadian bencana besar yang pernah terjadi, terutama seiring dengan pergantian generasi.

Buku ini menjadi salah satu upaya penting dalam membangun ‘safety culture’ yang harus terus-menerus disampaikan dan diwariskan,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Agussabti, MSi, Wakil Rektor Bidang Akademik USK yang mewakili Rektor Prof Mirza Tabrani meluncurkan secara resmi buku yang ditulis Yoshimi Nishi, Alfi Rahman, Rizanna Rosemary, Eka Husnul Hidayati, Rizka Puspitasari, dan Arie Julianda itu.

Buku setebal 80 halaman dan ‘full colour’ ini disunting oleh Yarmen Dinamika, Redaktur Harian Serambi Indonesia yang juga Pembina Forum Aceh Menulis (FAMe).

Prof Agussabti menyampaikan apresiasi atas kolaborasi internasional yang melatarbelakangi lahirnya buku penting ini.

“Kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas inisiatif yang telah lama diinisiasi oleh CSEAS Kyoto University bersama para peneliti di Aceh.

Ini menunjukkan pentingnya kerja kolaboratif lintas negara dalam pengembangan pengetahuan dan praktik kebencanaan,” ungkapnya.

Setelah membuka acara atas nama Rektor USK, Prof Agussabti juga diminta tetap berada di panggung untuk menerima penyerahan buku secara simbolis dari Prof Yoshimi Nishi PhD, mewakili tim penulis.

Nishi juga menyerahkan buku kepada sepuluh tokoh lainnya yang mewakili berbagai organisasi maupun personal.

Buku ini merupakan hasil perjalanan panjang yang berakar dari pengalaman lapangan, mulai dari Aceh Tsunami Mobile Museum, pengembangan pendekatan ‘memory hunting’, hingga lahirnya konsep MemoryGraph sebagai metode dokumentasi berbasis ‘repeat photography’.

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/nanggroe/1017630/rektor-usk-luncurkan-buku-memorygraph-untuk-membangun-budaya-keselamatan

Categories:

Tags: