Sinergi Multidisiplin: Koordinator Prodi DIB USK Paparkan Strategi Pengurangan Risiko Bencana dalam Webinar Banjir Sumatra


Webinar Doktor Ilmu Kebencanaan USK

BANDA ACEH – Koordinator Program Studi Doktor Ilmu Kebencanaan (DIB) Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Muksin, M.Si, M.Phil, hadir sebagai narasumber utama dalam webinar bertajuk “Bencana Banjir Sumatra dalam Perspektif Lingkungan, Pembangunan Ekonomi, dan Kerentanan terhadap Perempuan dan Anak”.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Riset Perubahan Iklim Aceh (ACCI) USK pada Kamis, 15 Januari 2026. Webinar yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini dibuka langsung oleh Ir. Suraiya Kamaruzzaman, S.T., LL.M., M.T., selaku Ketua Pusat Riset Perubahan Iklim Aceh USK, dan dipandu oleh Prof. Dr. Cut Dewi, S.T, M.T, M.Sc. sebagai moderator.

Mengelola Risiko, Bukan Menghindari Bahaya
Dalam paparannya yang bertajuk “Pendekatan Multi-disiplin dan Stakeholder dalam Pengurangan Risiko Bencana; Belajar dari Bencana Siklon Senyar Sumatra”, Prof. Muksin menekankan sebuah paradigma penting dalam manajemen bencana. Beliau menegaskan bahwa meskipun bahaya alam (hazard) seringkali tidak dapat dihentikan, dampaknya atau risikonya dapat dikurangi secara signifikan.

“Bahaya tidak dapat dihentikan, tetapi risikonya dapat dikurangi dengan meningkatkan kapasitas untuk menekan kerentanan,” ujar Prof. Muksin.

Sebagai contoh konkret, fenomena seperti Siklon Senyar yang memicu banjir besar di Sumatra sulit untuk dihindari. Namun, risiko kehilangan harta benda dan jiwa bisa diminimalisir melalui langkah mitigasi struktural dan tata ruang, seperti:

  • Menghindari pembangunan hunian di area bantaran sungai.
  • Membangun rumah dengan desain panggung atau memiliki lantai dua bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir.

Implementasi Konsep Pentahelix

Lebih lanjut, Prof. Muksin menjelaskan bahwa kunci utama dalam Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang efektif adalah penerapan Konsep Pentahelix. Model ini mengedepankan kolaborasi sinergis antara lima unsur utama:

  • Pemerintah: Sebagai pembuat kebijakan dan regulator.
  • Akademisi: Sebagai penyedia riset dan basis data ilmiah.
  • Pelaku Usaha: Sebagai pendukung sumber daya dan inovasi.
  • Masyarakat/Komunitas: Sebagai garda terdepan di tingkat lokal.
  • Media: Sebagai sarana edukasi dan diseminasi informasi.

“Manajemen risiko bencana yang efektif, efisien, dan inklusif tidak bisa hanya bertumpu pada pundak pemerintah. Dibutuhkan kemitraan multipihak untuk menciptakan ketangguhan bencana yang berkelanjutan,” tambah beliau.

Kolaborasi Pakar Lintas Bidang
Webinar ini juga menghadirkan perspektif komprehensif dari pakar internasional dan praktisi kemanusiaan, di antaranya:

  • Prof. Budy Resosudarmo, B.Sc, M.Sc, Ph.D (The Australian National University)
  • Riswati, S.Pd.I, M.Si (Direktur Flower Aceh)

Melalui partisipasi aktif dosen dan pimpinan dalam forum-forum strategis seperti ini, Prodi Doktor Ilmu Kebencanaan USK terus menunjukkan komitmennya dalam memimpin pemikiran (thought leadership) di bidang mitigasi bencana, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Categories:

Tags: